Senin, 13 Juni 2011

Humanisme , Dalam Pemikiran di Indonesia oleh : GM

     HUMANISME  , Dalam Pemikiran di Indonesia oleh : GM

     Tentang Persona dan Subyektivasi . Kisah humanisme dalam pemikiran inteligensia Indonesia adalah kisah terbentuknya subyek ini bermula dari masa kolonial dan perlawanan terhadap apa yang mengekang di masa itu sejak "aku"  yang malu - malu dalam surat - surat Kartini sampai dengan tokoh Farid yang bertempur dalam novel Pramoedya Ananta Toer , Di Tepi Kali Bekasi .

     Saya kutip sepucuk surat Kartini.....aku ingin ( menulis di surat kabar ) tapi tidak dengan namaku sendiri aku ingin tetap tidak dikenal.....
Di Hindia ini jika seseorang mendengar tentang artikel - artikel yang ditulis perempuan Jawa , mereka akan segera tahu siapa menulis tulisan itu (14 Maret 1902) dalam surat itu juga dalam keseluruhan surat - surat Kartini yang termasyur itu , kita menemui seorang tokoh yang hadir sebagai persona .

Aspek diri yang dihadirkan kepada oarang lain dan / atau dipersepsikan oleh orang lain sebenarnya hanya secara terbatas kita mengenal Karini , Persona adalah sebuah modus bagaimana Kartini yang "ingin tetap tidak dikenal" itu , dan hanya kita ketahui dari korespondensinya , merepresentasikan diri sebagi respon terhadap orang lain tempat ia berbicara.

Jumat, 10 Juni 2011

 Rasa

Ada yang ingin aku dengar tentangmu
Tapi bukan langsung darimu
Atau orang yang dekat dan mengikuti setiap saat
Tapi dari deburan ombak yang membentur batu karang
Atau hempasan gelombang pasang

Sebab itu kejujuran 
Juga kesungguhan
Kesiapan menerima 
Juga melepas segala dengan segenap rasa

Yang bermuara pada ketiadaan menjadi ada
Dan kau aku di dalam pusarannya
Aku diam dan menikam

Senin, 04 April 2011

Bulan Menemu Kelam
(Utk Jingga)

Waktu tlah menempamu 
Dari sebongkah tanah menjadi gerabah
Mengais mimpi mengurai hari
Hingga ujung lengkung cakrawala berbatas senja
Kau bebas

Gumpal awan mengertas
Gerimis di bebatuan
Dan sejumput mimpi yang kau pungut di lorong sukma
Menjelma menjadi lolong srigala
Mengepungmu dari segenap penjuru 
Hingga semua langkah tertutup untukmu

Cuma ada satu celah tersisa
Menuju bulam menemu kelam
Dan kau terdiam...

Bulan Menemu Kelam

Rindu Malam 
(Utk HS)

Berawal dari duka yang kau anggap akan kekal
Air matamu yang semula meleleh mengental
Dan serpihan dukamu dari dusta - dusta yang kau sengaja
Berserak di antara rimbun semak

Kau menyangka itu perdu yang tumbuh mekar di hatimu
Yang kuncupnya mengecup kaki langit
Yang yakini itu altar pertobatan
Dimana resah dan rindumu berakar
Dan kemudian terbakar..............

Jumat, 01 April 2011

Wajah Baru

Wajah Baru

Tak lagi kukenali dirimu
Sebab malam tlah menukar wajahmu dengan gelap
Dan gelap tlah membawa pada belantara yang tak kau kenal
Dan tak menyisakan jejakmu di sana
Dan tempat itu tak sempat kau catat dalam peta

Lalu siapa yang datang padaku dengan senyuman palsu
Dan setangkai bunga yang nyaris layu
Ia tak mengatakan sesuatu
Hanya lewat bibirnya kutangkap makna yang tak kau ungkap
Tapi ternyata berkelebat

Duka Ini

Duka Ini

Di jalanan kota dingin malam
Semburat kabut mengendap 
Di lampu - lampu taman bangku
Teronggok lesu menyisakan sejumput kemesraan

Aku masih di sini mendekap galau dan risau
Setajam pisau 
Tak tahu lagi aku duka ini bisa kumaknai 
Bila di ujung arus waktu menderas pilu
Kau timpakan lengkung cakrawala
Sarat makna pada bulan
Setebal alis mata 
Dan kau tak menyisakan apa  - apa termasuk duka dan air mata
Di situ jiwa ini remuk jingga .......