Senin, 04 April 2011

Bulan Menemu Kelam
(Utk Jingga)

Waktu tlah menempamu 
Dari sebongkah tanah menjadi gerabah
Mengais mimpi mengurai hari
Hingga ujung lengkung cakrawala berbatas senja
Kau bebas

Gumpal awan mengertas
Gerimis di bebatuan
Dan sejumput mimpi yang kau pungut di lorong sukma
Menjelma menjadi lolong srigala
Mengepungmu dari segenap penjuru 
Hingga semua langkah tertutup untukmu

Cuma ada satu celah tersisa
Menuju bulam menemu kelam
Dan kau terdiam...

Bulan Menemu Kelam

Rindu Malam 
(Utk HS)

Berawal dari duka yang kau anggap akan kekal
Air matamu yang semula meleleh mengental
Dan serpihan dukamu dari dusta - dusta yang kau sengaja
Berserak di antara rimbun semak

Kau menyangka itu perdu yang tumbuh mekar di hatimu
Yang kuncupnya mengecup kaki langit
Yang yakini itu altar pertobatan
Dimana resah dan rindumu berakar
Dan kemudian terbakar..............

Jumat, 01 April 2011

Wajah Baru

Wajah Baru

Tak lagi kukenali dirimu
Sebab malam tlah menukar wajahmu dengan gelap
Dan gelap tlah membawa pada belantara yang tak kau kenal
Dan tak menyisakan jejakmu di sana
Dan tempat itu tak sempat kau catat dalam peta

Lalu siapa yang datang padaku dengan senyuman palsu
Dan setangkai bunga yang nyaris layu
Ia tak mengatakan sesuatu
Hanya lewat bibirnya kutangkap makna yang tak kau ungkap
Tapi ternyata berkelebat

Duka Ini

Duka Ini

Di jalanan kota dingin malam
Semburat kabut mengendap 
Di lampu - lampu taman bangku
Teronggok lesu menyisakan sejumput kemesraan

Aku masih di sini mendekap galau dan risau
Setajam pisau 
Tak tahu lagi aku duka ini bisa kumaknai 
Bila di ujung arus waktu menderas pilu
Kau timpakan lengkung cakrawala
Sarat makna pada bulan
Setebal alis mata 
Dan kau tak menyisakan apa  - apa termasuk duka dan air mata
Di situ jiwa ini remuk jingga .......

Selasa, 29 Maret 2011

JACQUES RANCIERE

JACQUES RANCIERE    

Politik dan etika kesetaraan Ranciere dilantik di Aljerial tahun 1940, ia murid Althuser dan menulis bersama sebuah buku yang  sangat terkenal dan berpengatuh dalam pemikiran Marxiet Reading Capital 1965 . Peristiwa Mei 1968 membuat ia tepisah dengan gurunya bahkan ia melancarkan kritik terhadap pemikiran gurunya . Ia bergabung dengan organisasi mahasiswa pekerja berhaluan Maois sehingga mondar - mandir antar universitas , pabrik .    Pada tahun 1975 , Ranciere menerbtikan sebuah jurnal bernama Revolt es Logiqus . Dalam periode tahun 70 - 80 an ia menerbitkan karyanya yang berpengaruh besar The Night of Labor ,1981 dan The Philosopher and The Poor 1983 , Ranciere mengajar di Universitas of Paris VII dari tahun 1969 - 2000 . Ia mengepalai Chair of Aesthetig and Politics dari tahun 1990 hingga pensiun .

    Filsafat dan Si Miskin Reincere memulai filsafat dengan kritik dan pertanyaan kepada filsafat, mengapa dalam filsafat sejak Plato hingga Marx banyak memunculkan figur si miskin.
Jangan  - jangan filsafat hanya menarik manfaat dari dirinya sendiri dengan mendasarkan pada pemikiran mengenai si miskin .Para filsuf menempatkan kaum miskin secara instrumental semata - mata dalam kegunaan untuk mengukuhkan status mereka sebagai filsuf .
Menurutnya ada 2 perbedaaan dalam filsafat yakni antara kelompok orang yang dianggap tidak memiliki  " kemampuan asali" berpikir dan kelompok lainnya . Yang oleh karena posisi sosial dan ekonomi diasumsikan kekurangan  tidak memiliki waktu dan kesenjangan dan karena dianggap tidak memadai untuk berpikir sebagaimana para filsuf . Di sini Reincere menunjuk Plato di mana masyarakat dibagi - bagi dalam divisi - divisi dengan tatanan dan fungsi masing  - masing budak terlepas dari domain filsafat .

    Dalam Plato setiap orang dalam jabatan memiliki kewajiban masing  - masing. Artis / pekerja melakukan kerja mengandalkan tenaga , ksatria berperang dan pemimpin berpikir .Konsepsi keadilan Plato berbasis di sini , yang adil apabila setiap jabatan dalam divisi memiliki sifat yang cocok dan pas dengan jabatan itu . Pemimpinpun yang kebijakan filsafati ,ksatria berperang , artis dan pekerja moderat sebab tak punya cukup waktu .

    Reincere memperjelas tatanan Plato sebagaiberikut :
Each order must be defined by it,s own virtue , but only a goverment of philosopers, guardians can give the first order it's own virtue wisdom (sophia), the warrior's virtue , which is righter courage. The artisan however is not made of material that philosopher could drees and dye . There is no virtue or education that belong to the laboring people, Peincere , 2004, The Philosopeher and His Poor , hal. 24

    Plato kemudian membawa divisi sosial ini lebih dalam menjadi strata dalam struktur "jiwa" dan masing - masing kelompok masyarakat. Masing - masing kelompok masyarakat ketika ia kemudian menyematkan identitas berdasarkan kualifikasi material yang herarkhis melalui : unsur emas untuk pemimpin dan filsuf, perak untuk ksatri dan perunggu untuk kaum pekerja. Ringkasnya di dalam Plato terbentuk partisi  - partisi dan herarkhis dari masing - masing strata , yang adil bila tak ada interupsi dari yang lain, ini steril.

Mematuk Rindu Bulan

Mematuk Rindu Bulan
(Utk AEC)

Angin bergerak dalam pusaran waktu
Begitupun aku tak kutahu kemana ini kan bermuara
Seperti juga usia tak kutahu di mana ujungnya

Engkau senantiasa menengadah dalam hening malam
Merekah diam dan pasrah
Rindumu terkulai dalam balutan waktu
Yang sangsi duka seolah lenyap asa

Mengertap seperti seperti sayap
Dan paruhmu mematuk bulan
Kau sadari itu bukan nyanyian keabadian
Tapi kutukan
Dan batu menjadi ujudmu kembali